Jumat, 18 April 2014

[FF] OBSESSION




Title                       : Obsession
Author                  : Dark_white
Genre                   : Mystery, horror
Main Cast            : Byun Baekhyun, Lee (OC)
Other Cast          : Other EXO member
Length                 : One shoot
 


 FF horror pertama gue, no plagiat! kalo ada kesamaan cerita maaf, karna ini murni buatan gue sendiri~



“E.X.O!!!”

“Baekhyun oppa!!”
“Luhan oppa saranghae!!”
Teriakan fangirl bergema di studio. Ya, hari ini EXO melakukan comeback stage di M!Countdown dengan membawakan lagu baru kami.  Di Backstage kami sedang mempersiapkan diri untuk tampil.
“hyung? Bagaimana? Kau sudah siap dengan comeback stage kita hari ini?” Jongin menepuk bahuku dari belakang.
“Ya.” aku mengangguk pelan kepada Jongin.
“cepat hyung, kita sudah dipanggil untuk tampil.” Jongin mendorongku pelan.
Aku pun bergegas naik ke stage, teriakan fans begitu menggema setelah kami (EXO) ke stage.
Musik pun mulai, dan kami pun bernyanyi dan menari sesuai irama.
Setelah  penampilan kami selesai, kami berterimaksih kepada fans yang telah datang ke comeback stage kami dan mendukung kami.
Aku tersenyum kepada semua fans, memperhatikan mereka yang berada di barisan depan satu persatu, sampai aku melihat seseorang.
Seorang gadis yang selama ini mengganggu kami (EXO). Yang membuat kami celaka.
Aku memandangnya sekilas, sudah muak dengan wajahnya yang selalu kulihat hampir setiap hari.
Ya, setiap hari.
Jika dia hanya seorang fansite noona dan mengambil foto kami setiap hari  itu tidak masalah.
Tetapi gadis itu –yang kuyakini berusia sama denganku- selalu mencoba membuat kami celaka. Sasaeng fans.
Dia pernah menyusup ke dalam dorm kami, dan untungnya sebelum dia sempat berbuat sesuatu, manager hyung sudah memergokinya.
Wajah gadis itu ceria, dia juga cantik. Tetapi mungkin tidak ada yang menyangka bahwa dibalik wajahnya itu terdapat sifat yang mengerikan.

***

Aku berbaring di ranjang, setelah schedule yang padat hari ini, akhirnya kami dapat beristirahat di dorm.
Suara pintu kamar ku –yang juga kamar Xiumin hyung, Tao, dan Chanyeol-  terbuka.
Aku mendongakkan kepalaku sedikit. Ah, ternyata Chanyeol.
“Dia datang lagi.” Ucapku pada Chanyeol yang berbaring di ranjangnya.
“Aku tahu. Yah, seperti biasanya.” Ucap Chanyeol sambil berbaring di ranjang, lalu memejamkan matanya.
“Hal apa yang akan dia rencanakan untuk mencelakakan kita lagi?”
“Entahlah. Aku tidak tau dan tidak mau tau. Aku ingin tidur. Tutup mulutmu dan jangan berisik.”
Chanyeol membelakangi ku lalu menutupi seluruh tubuhnya dengan selimut.
“Awas kau!” aku melempar bantal ke arahnya dan kembali bergulat dengan pikiranku sendiri.
Aku berbaring dan memejamkan mata, mengingat semua hal yang gadis itu lakukan pada kami.
Sebenarnya semua member mengetahui gadis itu. Tetapi mereka tidak begitu mempedulikannya. Mereka hanya berkata bahwa gadis itu tidak akan melakukan hal yang lebih buruk lagi.
Walaupun semua member berkata begitu, aku tetap saja waspada kepada gadis itu.
Dia pernah menuangkan pembersih lantai di kamar mandi dan membuat Jongin tergelincir sehingga kakinya terkilir dan ia tidak dapat latihan menari beberapa minggu.
Dia pernah memasukkan udang ke makanan Luhan hyung –entah bagaimana caranya- sehingga Luhan hyung harus ke Dokter karena ia alergi seafood
Dia pernah mengirim foto tangannya yang berdarah karena ia iris menggunakan pisau.        
Dia pernah menulis surat yang ia tulis menggunakan darahnya yang berbunyi, “kau akan menjadi milikku. Kau hanya untukku, Baekhyun oppa.”
Dia pernah menendang kaki Suho hyung di Airport saat penjagaan tidak terlalu ketat.
Dan beberapa hal lainnya yang mengusik kami.
Dan hal yang paling tidak dapat aku percaya adalah, ketika ia menyusup ke dorm kami.

***

Aku membuka pintu van, dan para fans ku dan member lainnya mulai merapat ke van. Aku mempersilakan member lain keluar van dan masuk ke dalam gedung SM  terlebih dahulu, dan aku yang terakhir keluar dari van.
Gadis itu lagi, seperti biasa. Fansite dan fan berdesakan di sekeliling ku. Gadis itu berdiri di barisan paling depan dan hanya diam, tidak seperti fans yang lain yang sibuk mengambil gambar dan melambaikan tangan ke arah ku.
Kurang dari satu meter lagi aku melewatinya, dan aku melihat benda berkilat ia genggam di tangan kanannya.
Aku tidak dapat melihat benda apa itu, tetapi ketika aku berdesakan dengannya, aku merasa tubuhnya mendorongku, lalu ia mendongakkan kepalanya menatapku dan menyeringai. Seringaiannya membuat ku sedikit takut. Itu bukan senyuman seorang fans kepada idolanya. Senyuman itu mengerikan. Aku tersenyum dengan terpaksa ke arahnya, lalu bergegas masuk ke gedung SM.
Aku menuju ke ruang latihan, lalu membuka pintu dengan kasar sehingga member lain menatap ku aneh.
“Baekhyun….” Minseok hyung memperhatikan celanaku.
Aku merasa curiga.
“Ada ap-“
“AAAAAAaaaaaaaaaaa!!”
“Baekhyun!”
Entah bagaimana dan kenapa, paha kiri ku mengeluarkan banyak darah. Bahkan darahnya menetes di lantai. Aku sedikit shock.
Lalu Minseok dan Kris hyung mengantar ku  ke kamar kecil untuk memeriksa dan membersihkan luka di pahaku.
Luka itu luka irisan, yang panjangnya sekitar 15 cm tetapi tidak terlalu dalam.
Aku membersihkan lukaku, terasa sangat perih.
“Bagaimana bisa sesuatu menusukmu hingga merobek celana jeans mu dan mengiris pahamu?” Kris hyung berkomentar saat kami sudah berkumpul lagi di ruang latihan.
“itu pasti pisau. Tidak mungkin benda lain.” Jawab Minseok hyung.
“Tapi hyung, sebelum kau memberitahuku bahwa paha kiriku terluka, aku bahkan tidak merasa sakit sama sekali.” Ucapku.
Sejenak ruangan hening.
“Gadis itu!” pekik ku.
“Bagaimana bisa?”
“Tidak mungkin”
“Tapi aku melihatnya.” Ucapku.
Semua member menoleh ke arahku.
“Aku melihat ia membawa sebuah benda berkilat di tangan kanannya. Tetapi awalnya aku tidak tau apa benda itu. tapi setelah kejadian ini, aku yakin dia yang menggoresku dengan pisau.” Ucapku.
“Suho hyung, aku sudah berkata kepadamu berkali-kali bahwa gadis itu tidak normal, hyung. Dia sasaeng.” Lanjutku.
“kita sebaiknya mulai berhati-hati padanya.” Ujar Suho hyung menatap semua member satu persatu.

***

oppa, kau diciptakan hanya untukku.”
“tidak akan ada yang boleh memisahkan mu dengan ku oppa.”
“kalau perlu aku akan memusnahkan semua orang yang memisahkan kita, oppa”
“pergi! Pergi dari sini! Siapa kau sebenarnya?!”
“aku? Aku orang yang akan menjadi milikmu selamanya oppa, aku Lee”

“Baekhyun!”
Aku mengerjapkan mataku. Kulihat disamping ranjangku ada Xiumin hyung, Tao, dan Chanyeol yang melihatku khawatir.
“Ada apa?” tanyaku.
“Seharusnya kami yang bertanya, bodoh.”
“Tao, kalau kau tidak memanggilku hyung dan mengataiku bodoh sekali lagi, kau akan mati.” Ucapku pada si maknae tengil itu.
“Kau kenapa, bodoh? Kau tidur dan berteriak tidak jelas. Kau membuat kami takut.”
Aku diam, mengingat mimpiku tadi. Lee.
Gadis itu bernama Lee?
“Dia… aku bermimpi tentang dia…”
“siapa?”
“Dia, Lee. Gadis itu bernama Lee.”
“Lee? Bagaimana kau tau?”
“entahlah, di dalam mimpiku dia berkata bahwa namanya adalah Lee. Aku kira dia Phsycho. Aku takut.”
“Itu hanya mimpi, bodoh. Mana mungkin kau tau nama seseorang yang bahkan kau belum kenal dan belum kau temui sebelumnya?” lagi-lagi, si tengil itu mengatai aku bodoh.
“Sudahlah, cepat tidur! Besok jadwal kita padat.”

***

“oppa, tatap aku, aku akan selalu bersamamu oppa. Aku akan selalu mengikutimu kemanapun kau pergi”
“kemanapun kau pergi…..”
“kemanapun kau  pergi….”

“Baekhyun! Byun Baekhyun bangun!!”
aku membuka mataku, dan melihat Tao berdiri di sisi ranjang.
“mimpi gadis itu lagi huh?”
Aku mengangguk, lalu meregangkan otot-otot tubuhku yang terasa kaku.
“Aku tidak tahan. Aku tidak ingin terus-terusan melihat gadis itu baik di dunia nyata maupun mimpi.”
“Hyung, aku juga takut.” Ucap Tao. Anak itu tidak biasanya memanggilku dengan sebutan hyung.
“Hyung, kau tau? Aku juga bermimpi tentangnya. Dia ingin membunuh kita hyung.”
Wajah Tao terlihat pucat. Keringat bercucuran di dahinya.
“hyung, aku ingin tidur denganmu. Aku tidak dapat tidur, hyung. Suara gadis itu selalu terngiang di kepalaku.”
Aku mengangguk dan memberinya tempat berbaring di sisiku.
“terimakasih hyung.” Tao berbaring di sisiku, memejamkan matanya dan mulai tidur.
Aku menatap langit-langit. Lee –gadis itu- meneror kami melalui mimpi. Bagaimana bisa?

***

“Baekhyun oppa, aku akan berada disisimu dan membuatmu selalu bahagia.”
“tidak akan ada yang menyakiti dirimu jika kau bersamaku, oppa.”
“Byun Baekhyun…. Byun Bekhyun….”

Aku terbangun dari mimpiku untuk kesekian kalinya. Kali ini tidak ada yang membangunkanku. Aku terbangun karena suara yang kudengar di mimpiku ternyata juga terdengar di dunia nyata. Ini suara Lee! Tidak mungkin!
Aku melirik ke arah Tao yang berbaring di sisiku.
“Tao! Tao! Huang Zi Tao!!” aku berteriak membangunkannya, tetapi ia tidak juga terbangun. Ini aneh. Ada sesuatu yang tidak beres disini. Apa Tao mati?
Aku memeriksa denyut nadinya, dia masih hidup. Lalu kenapa dia tidak juga bangun?
Suara Lee semakin jelas di telingaku.
“Byun Baekhyun….Byun Baekhyun…”
Aku duduk di ranjang, dan beranjak menyalakan lampu kamar. Tetapi lampu kamar itu mati. Tidak dapat menyala sama sekali.
Aku membuka pintu kamarku, lalu mencoba menyalakan lampu ruang televisi. Tetapi juga tidak menyala.
“Hyung! Suho hyung!” aku berteriak memanggil nama Suho hyung hingga suaraku menggema di seluruh ruangan, tetapi tidak ada jawaban.
“Byun Baekhyun…”
Suara itu kali ini berada tepat di telinga kananku. Bulu romaku meremang.
Aku menoleh ke arah kanan, tetapi tidak ada seorang pun diruangan itu.
“Sehun! Jongin!” kali ini aku memanggil kedua dongsaengku, tetapi tetap tidak ada jawaban.
Ruang TV gelap gulita. Yang ada hanya cahaya bulan yang masuk dari ventilasi.
“Byun Baek-“
“CUKUP! Siapa kau sebenarnya? kumohon jangan ganggu aku lagi!” aku berteriak tidak jelas dan berputar-putar ditempat. suaraku menggema di seluruh ruangan.
“oppa….” Gadis itu, Lee, berada di sisi jendela. Siluet wajahnya dari samping terlihat karena cahaya bulan.
“kau? Lee?”
“Iya, oppa. Ini aku Lee.  Aku akan selalu mencintaimu oppa. Aku akan melawan siapa saja yang akan memisahkan kita, bahkan membunuhnya. Seperti orang itu!”
Lee menunjuk sesuatu tergeletak di lantai dekat TV. Jongdae?
“Jongdae?” aku berteriak. mataku membulat. Aku mendekati tubuh Jongdae.
“Jongdae!” aku merasakan cairan lengket berbau anyir di kaki ku. Darah! Itu darah Jongdae! Darah itu berasal dari kepalanya.
Aku memeriksa denyut jantungnya, ia masih hidup.
“apa yang kau lakukan padanya?! Apa yang kau lakukan pada member lain?!”
“Jongdae melihatku saat aku sedang menyusup ke dorm ini, jadi, karena hanya ada tongkat baseball di ruangan ini, aku memukulnya dengan tongkat baseball.” Ucap gadis itu sambil tersenyum manis.
“kau sudah gila.”
“aku gila karena dirimu oppa.”
“bagaimana dengan member lain.”
“aku memasukkan obat tidur dosis tinggi kedalam minuman mereka.”
Aku kembali melotot.
“bagaimana bisa?”
“apapun bisa aku lakukan untukmu oppa.”
Gadis ini sudah benar-benar gila. Dia bisa membunuh member lainnya.
“cukup. Aku mohon, tolong jangan ganggu kami lagi, ku mohon.”
“Tapi aku akan melindungimu, oppa.”
“melindungi? Kau bilang ini melindungiku huh?  Kalau kau melindungiku, untuk apa kau mengiris paha kiriku menggunakan pisau? Untuk apa kau mencelakai member lainnya? Menyakiti member lain sama saja kau menyakitiku, tahu?!”
“Oppa, aku melakukan semua itu agar setiap kau melihat bekas luka itu, kau mengingat betapa aku mencintaimu.  aku melakukan yang terbaik untukmu. Semua itu  hanya untukmu oppa. Agar kau bahagia.”
“itu bukan yang terbaik. Aku tidak mengerti bagaimana sebenarnya jalan pikiranmu. Aku tidak mungkin bahagia kalau kau bersikap seperti itu. Kau phsycho.”
“Baek? Baekhyun?”
Itu suara Luhan hyung.
“Hyung? Luhan hyung?!”
Samar-samar aku melihat bayangan Luhan hyung di pintu kamarnya.
“Baekhyun?kau dimana?”
“hyung!” aku menepuk pundaknya.
“Baekhyunnie, disana ada siapa?”
“Lee, hyung. Gadis itu…”
“Dimana dia? bagaimana dia bisa masuk kesini? Kepalaku terasa sangat pusing..”
Luhan hyung limbung.
“hyung, dia lari ke dapur!”  aku berlari kedapur sambil menarik lengan Luhan hyung.
“Tidak ada siapapun disini.”
Aku dan Luhan hyung mencari-cari Lee tetapi dia lenyap!
“Aku akan menyingkirkan orang yang memisahkan kita oppa.”
Tiba-tiba suara Lee menggema di seluruh ruangan.
“Jangan!”
Terlambat. Lee telah menusuk perut Luhan dengan pisau hingga pisau itu menancap di perutnya.
“Kau! Apa yang kau lakukan hah? Kau benar-benar di luar batas! Kau bukan manusia! Kau iblis ! Pergi dari sini dan jangan pernah ganggu kami lagi. Kalau kau menyakiti member lain, kau menyakitiku juga. Buatlah member lain bahagia kalau kau mau melihatku bahagia. Bersikaplah seperti fans biasa, mereka membuat kami bahagia tanpa menyakiti kami maupun orang lain. Mereka dapat membuat kami bahagia hanya dengan melihat perjuangan mereka berdesakan dengan orang lain untuk bertemu dengan kami. Mereka dapat membagi waktu sekolah dan waktu bertemu dengan kami.  Kau tahu? Kalau saja sikapmu tidak seperti ini, mungkin aku akan menyukaimu. Sekarang sebaiknya kau pergi dari sini, ku mohon, jangan ganggung hidup kami lagu. Biarkan kami hidup tenang.”
“oppa, aku menyayangimu. Baiklah kalau itu maumu oppa”
Lee mendongakkan kepalanya lalu menyeringai menyeramkan. Seperti orang yang kerasukan.
Ia menatapku tajam. Tiba-tiba jendela dapur  terbuka dan angin malam berhembus kencang masuk ke dalam ruangan.
Lee berjalan mendekat dan semakin mendekat. Kaki ku tidak dapat bergerak.tetapi aku masih dapat mengerakkan badanku.
“Oppa, aku ingin memelukmu.”
Lee memeluk Baekhyun. Bersamaan dengan itu, Baekhyun merasakan ada benda runcing dan dingin yang menembus perutnya.
“Oppa, jangan lupakan aku, saranghae.” Ucap Lee di telinga Baekhyun, lalu menghilang entah kemana, meninggalkan Baekhyun dengan luka tusuk di perutnya.

***

“hyung kau sudah sadar?”
“Baekhyun kau sebenarnya kenapa?”
“Hei jangan memberinya banyak pertanyaan, dia baru sadar!”
Aku mengerjapkan mata. Berbagai pertanyaan datang bertubi-tubi kepadaku.
Jongdae memberiku segelas air untuk menenangkanku.
Tunggu dulu. Jongdae? Bukankah kepalanya kepalanya dipukul tongkat baseball semalam? Mengapa dia baik-baik saja?
“Jongdae? Kau baik-baik saja?” tanyaku pada Jongdae, yang disusul tatapan aneh dari member lainnya.
“Aku? Memangnya aku kenapa? Seharusnya aku yang bertanya seperti itu padamu, bodoh. Kau menusuk perutmu sendiri lalu kau koma selama 3 hari! Kau membuat kami khawatir.”
Aku? Menusuk perutku sendiri? Tidak mungkin. Semalam gadis itu yang menusuk perutku!
Aku melihat perutku dengan susah payah. Bekas tusukan itu. ya, tepat dimana gadis itu menusukkan pisau ke perutku. Tidak salah lagi! Bukan aku yang melakukannya, tapi dia!
“aku tidak pernah enusukkan pisau ke perutku sendiri. Gadis itu yang melakukaannya!”
Member lain lagi-lagi menatapku aneh. Hei? Sepertinya ada yang tak beres.
“Luhan hyung, bukankah kau juga ditusuk oleh gadis itu? benar kan hyung.”
Luhan hyung menautkan kedua alisnya,”aku? Tidak.Sepertinya otakmu sedikir tergeser baek. Kau dari tadi mengada-ngada.”
“Saat itu, setelah tengah malam, kau tiba-tiba bangun dari tidurmu, berjalan seperti orang mati, dan tiba-tiba kau menusukkan pisau yng berada di atas meja makan ke perutmu sendiri, lalu kau pingsan.” Suho hyung menjelaskan.
“aku tidak merasa pernah melakukan itu, hyung. Kau pikir aku cukup gila untuk menusuk diriku sendiri hyung?”
“yah, mungkin.”
“hyung!”

***

Ah, hari ini aku berada di dorm sendiri. Karena kejadian aneh beberapa hari lalu yang menyebabkan perutku terluka, jadi manager hyung menyuruhku beristirahat sedangkan member lainnya sedang tampil di suatu acara musik.
Aku duduk di depan TV, menonton acara musik.
Byun baekhyun…. Byun baekhyun….
Oh tidak. Suara itu lagi.
Tidak Baek. Itu hanya halusinasimu. Halusinasi.
Baekhyun oppa……
Oke, kali ini aku mulai takut.
Byun baekhyun..
Lagi-lagi suara itu terasa berada di telingaku.
Tidak, jangan lagi. Kumohon.
Byun Baekhyun..
Gadis itu datang lagi. Tepat di depan jendela ambil menyeringai menyeramkan. Dengan wajah yang menyeramkan.
Oh tidak.

END

Maap agak gaje T.T

1 komentar:

  1. Haloo, suka buat ff? Mau gabung ke wp aku jadi author di wpku? Kalau mau bisa hub : 082390037999 / perinaamelia@yahoo.com
    Berharap kamu mau ^^
    Gomawo ^^

    BalasHapus